Title in English: When There's Sad News from Afar
Washington, DC
April 2016
Sangat sedih jika kehilangan anggota keluarga saat berada
ribuan kilometer jauhnya. Hampir tiga minggu yang lalu kakek saya (bapaknya ibu)
meninggal dunia. Bude (kakaknya bapak) juga meninggal dunia sekitar tiga tahun
lalu. Beberapa teman kantor di perantauan ini juga pernah kehilangan ibu, bapak,
saudara, atau anggota keluarga lainnya yang berada di tanah air masing-masing.
It is very sad losing a family member when you are thousands
of miles away. Almost three weeks ago, my grandfather (my mother’s father)
passed away. My elder aunt (my father’s sister) also died about three years
ago. Few of my office colleagues here have also lost their mother, father,
sibling, or other family members back in their homeland.
Jika Anda memiliki rencana untuk tinggal atau bepergian jauh
dari keluarga (dalam hal ini ke negara yang berbeda), Anda harus mempersiapkan
diri untuk situasi darurat seperti ini.
If you have a plan to live or travel far away from your family
(in this case is to a different country), you need to prepare for such
emergency situation.
Bagaimana dapat
dihubungi dan menghubungi keluarga.
Layanan pesan WhatsApp atau Facebook Messenger dan media sosial
lainnya memang sangat membantu. Tetapi layanan-layanan ini mengharuskan Anda dan
keluarga untuk terhubung dengan WiFi atau koneksi internet setiap saat. Jika
Anda atau keluarga tidak dapat mengakses media sosial karena keterbatasan
koneksi internet, maka cara lain adalah melalui sms (short message service)
internasional. Tanya ke operator penyedia jasa seluler, apakah nomor telepon
seluler Anda dapat digunakan di negara-negara yang akan Anda kunjungi, paling
tidak untuk mengirim dan menerima pesan sms.
Jika Anda memilih untuk tidak membeli kartu SIM lokal di
negara tujuan, lebih baik jika sebelum berangkat, jadikan nomor seluler Anda pascabayar demi
menghindari kehabisan pulsa prabayar. Atur segala sesuatunya dengan seksama,
termasuk bagaimana Anda akan membayar tagihannya.
Generasi yang lebih senior daripada Anda juga mungkin tidak sepenuhnya mengerti
tentang media sosial yang Anda gunakan. Luangkan waktu untuk menyiapkan sarana
dan mengajarkan mereka tentang hal ini.
How to contact and be
contacted by the family.
WhatsApp or Facebook Messenger and other social media
services are very helpful. However, these services would require you and family
to always be connected to WiFi or internet. If you could not access the social
media due to limited internet connection, other option is through international
text message service. Ask your cellular operator whether your cellular number
can be used in your destination countries, at least to send and receive text
messages.
If you choose not to purchase local SIM card at the
destination country, it would be better to have your cellular number to be a postpaid one to avoid having to top up a prepaid number. Prepare everything in
details, including about how you would settle the bill.
The older generation also might not fully understand about
the social media you are using. Spare time to prepare the means and to teach
them about it.
Dana darurat.
Saat menganggarkan dana untuk berpergian, hendaknya juga
menabung dan memperhitungkan dana cadangan. Misalnya untuk tiba-tiba membeli
tiket karena harus mengubah arah tujuan. Jika dana cadangan tidak berupa tunai, pikirkan juga bagaimana dana cadangan ini dapat diakses,
apakah lewat ATM atau online banking atau cara lainnya. Ingat bahwa setiap negara memiliki sistem perbankan yang berbeda-beda.
Emergency fund.
When budgeting for your travel, it is best to save and account for emergency
fund. For instance, to suddenly need to purchase ticket because you have to
re-route. If you will not bring along your emergency fund in cash, think about how to
access this emergency fund, whether through ATM or online banking or other
ways. Remember that each country has its own banking systems.
Kedutaan Besar.
Jangan pernah lupa untuk mencatat dimana alamat dan nomor
telepon Kedutaan Besar negara Anda. Jika negara yang dituju tidak memiliki
hubungan diplomatik dengan negara asal Anda, cari tahu data Kedutaan Besar negara
Anda yang terdekat dan juga data Kedutaan Besar negara-negara tetangga Anda di
negara tujuan (barangkali saja mereka akan membantu jika terjadi sesuatu).
Dalam hal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI),
belakangan ini warga negara Indonesia yang berpergian untuk jangka waktu tertentu
digiatkan untuk lapor diri ke KBRI atau KJRI terdekat, paling
tidak secara online atau melalui e-mail. Bila KBRI/KJRI berkata tidak perlu,
yang penting Anda sudah berusaha untuk lapor diri.
Bagi warga negara Indonesia yang akan menetap agak lama di
luar negeri, maka lapor diri ini diwajibkan oleh Undang-Undang dan sangatlah
penting. Ada teman saya yang sangat enggan lapor diri ke KBRI. Sialnya ketika telepon teman saya ini sedang
rusak, kebetulan saja ia kehilangan ibundanya di tanah air. Keluarganya di Indonesia akhirnya dapat menghubungi KBRI dan meminta
KBRI untuk memberitahu berita duka tersebut ke teman saya. Namun karena teman saya ini belum lapor diri, KBRI
tidak memiliki data teman saya yang dapat mereka akses dengan segera.
Embassy.
Do not forget to note down the address and telephone numbers
of your Embassy. If the destination country does not have diplomatic
relationships with your origin country, find out about the nearest Embassy and
also the Embassies of your neighboring countries at the destination country (perhaps they could help if something happens).
In regards with the Indonesian Embassy (KBRI), Indonesians
who are going to travel for certain period are highly advised to report to the
nearest Indonesian Embassy or Consulate, at least to report online or through
e-mail. In case the Embassy/Consulate says that it is not necessary, at least
you have tried to report.
For Indonesians who will stay for quite a while overseas, this
reporting is a must bylaw and very important. I have a colleague who
was very reluctant to report to KBRI.
Unfortunately when my colleague’s phone was not working, she happened to lost her mother
back home. Her family in Indonesia was finally able to contact KBRI and asked KBRI to inform the sad news to my colleague.
However, because my colleague had not reported her being, KBRI did not have the
data of my colleague that they could immediately access.
***
Selamat jalan, Mbah. Good bye, Grandpa. Inna lillahi wa inna
ilaihi raaji’uun. Surely we belong to Allah and to Him shall we return. I am so
sorry I could not be home.
Labels: Travels, U.S. Life