Dirgahayu Indonesia: Think Positive Everyday

17 Agustus, mendekati tengah malam, waktu Washington DC

Hari ini, 17 Agustus, negaraku tercinta berulang tahun ke-69. Di pagi hari, saya menyempatkan diri melihat rekaman YouTube terbaru tentang Upacara Peringatan Kemerdekaan di Istana Negara yang terlaksana di pagi hari waktu Jakarta (beda 11 jam dengan Washington, DC) dan juga Pidato Kenegaraan tahunan Presiden SBY yang disampaikan tanggal 15 Agustus lalu (ini adalah yang terakhir sebelum beliau turun jabatan di bulan Oktober nanti).

Today, August 17th, my beloved country is having its 69th birthday. In the morning, I watched the latest YouTube videos on the Independence Commemoration Ceremony at the State Palace that was held in the morning Jakarta time (11 hours time difference with Washington DC) and also the annual State of the Nation address by President SBY that was delivered on August 15th (this would be his final one before stepping down later in October).

Melihat video-video tersebut, saya kangen sekali dengan tanah air. Benar kata orang bahwa tinggal di luar negeri sebetulnya akan membuat diri ini lebih menghargai negara sendiri, terlepas dari baik dan buruknya.

Watching those videos, I really missed my home country. It is true when people say that living abroad is actually made thy self regards own country, apart from its good and bad stories.

Perayaan oleh KBRI
Celebration by the Indonesian Embassy

Seperti biasa, KBRI merayakan Hari Kemerdekaan dengan menyelenggarakan bazaar dan kompetisi olahraga. Bazaar sudah dilaksanakan hari Minggu lalu, 10 Agustus, di Wisma Indonesia (tempat kediaman Duta Besar).

As usual, the Indonesian Embassy celebrates the Independence Day with bazaar and sports competition. The Bazaar was held last Sunday, August 10th, at Wisma Indonesia (Ambassador's residence).

Bazaar diisi oleh berbagai gerai makanan dan barang-barang khas Indonesia. Saya tentu memuaskan diri untuk makan sate ayam dan pempek, minum Teh Sosro (versi kotak), dan beli kue-kue khas Lebaran/Natal. Ada yang jual baju-baju batik dan suvenir Indonesia, tapi apa daya harus berhemat. Beli barang khas Indonesia ya di Indonesia saja nanti.

Bazaar was joined by various Indonesia food and goods stalls. I was of course having the complacency to eat chicken satay and pempek fishcake, drink Sosro Tea (box version, not bottled), and buy Ied/Christmas cookies a la Indonesia. Some stalls sold Indonesian batik clothes and souvenirs, but I have to save money. I can buy those Indonesian goods in Indonesia later.

Atiek CB

Setiap tahunnya, ada penyanyi terkenal Indonesia yang diundang untuk tampil diatas panggung. Tahun lalu ada Syaharani, penyanyi jazz yang suaranya merdu sekali (BUKAN Syahrini ya, harap perhatikan ejaannya). Tahun ini, Atiek CB yang tampil. Yang lahir tahun 80-an awal pasti masih ingat Atiek CB dong. Sejak lebih dari 10 tahun lalu, dia bermukim di Delaware bersama suami keduanya dan anak-anak mereka. Jarak antara Delaware dan Washington DC mirip seperti jarak Jakarta dan Bandung, 2 jam perjalanan naik mobil melewati jalan tol.

Every year, there would be a famous Indonesian singer performing at the bazaar. Last year was Syaharani, the jazz singer with a very beautiful voice (NOT Syahrini, please pay attention to the spelling). This year, Atiek CB performed. Those who were born in the 80s must still remember Atiek CB. Since more than 10 years ago, she has been residing in Delaware with her second husband and their children. The distance between Delaware and Washington DC is similar with Jakarta and Bandung, 2 hours vehicle ride through the toll road.


Tiga Hal Positif, Setiap Hari
Three Positive Things, Every Day

Di media sosial, baru-baru ini ada suatu tantangan yang beredar di mana Anda diharuskan untuk menyebutkan 3 (tiga) hal positif yang terjadi di hari itu yang Anda syukuri. Saya suka sekali dengan inisiatif ini karena membuat kita untuk semangat dalam memulai hari, berpikir positif, dan bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan Yang Mahakuasa.

In social media, lately there is a challenge being circulated where you are required to mention 3 (three) positive things happened that day that you are grateful of. I really like this challenge because it makes us enthusiast to start the day, think positive, and be grateful of what has been given by the Almighty God.

Saya mencoba memulainya hari ini. Berikut adalah 3 hal yang saya syukuri hari ini:

I will try that starting today. These are the 3 things I am grateful today:

1. Bisa merasakan perayaan Hari Kemerdekaan negara tercinta yang ke-69, walau jauh dari tanah air dan hanya bisa merayakan lewat media sosial. Bersyukur bahwa setidaknya selama 10 tahun terakhir, negaraku berangsur ke arah yang lebih baik. Tidak sempurna, tidak ada yang sempurna. "Lebih baik" sudah cukup.

1. I can celebrate my beloved country's 69th Independence Day although I am far from home and can only celebrate through the social media. I am grateful that at least for the latest 10 years, my country is gradually stepping to a better direction. Not perfect, nothing is perfect. "Better" is sufficient enough.

2. Diberi kesehatan dan waktu untuk membersihkan apartemen. Seharusnya ini rutinitas di akhir minggu, tetapi terkadang tidak dilakukan karena ada acara lain atau terlalu capai dan malas... :-)

2. Having the health and time to clean my apartment. This is actually should be a routine in the weekend, but sometimes I couldn't do it due to other errands or too tired and lazy... :-)

3. Berhasil menyusun sendiri 2 rak buku yang baru saya beli. Alhamdulillah diberi rejeki untuk beli rak buku setelah setahun lebih menempati apartemen yang sekarang. Hidup di AS harus bisa mandiri. Barang seperti rak buku ini memang banyak dijual dengan konsep susun-sendiri. Sekrup sudah disediakan, papan-papan yang akan disusun juga sudah ditandai di mana kita harus menancapkan sekrup/paku. Hanya modal obeng dan palu, dan kekuatan tangan tentunya, jadilah rak buku tersebut.

3. Managed to self-assemble 2 new bookshelves that I just bought. Thank God I have the fortune to buy bookshelves after more than a year staying in my current apartment. Living in the US, you have to be independent. Many furniture like these bookshelves are sold with self-assembly concept. Screws are provided, the boards to be assembled also have been marked on where to pin the screws/nails. With a screwdriver and a hammer, and some good strength of hands, there you go.

Rak buku baru. New bookshelves  :-)

MERDEKA!

Labels: ,