Ibukota Negara Adikuasa

Tanggal 29 Maret, dua tahun lalu, adalah hari pertama saya menginjakkan kaki di Amerika Serikat (AS). Memulai hidup baru untuk bekerja di ibukota negara adikuasa ini, yaitu kota Washington, District of Columbia (DC).

Kota ini sebetulnya kecil dengan penduduk kurang dari 1 juta orang. Tetapi, mereka yang bekerja di DC banyak yang berdomisili di daerah wilayah tetangga DC, yaitu beberapa wilayah di dalam negara bagian Maryland (MD), Virginia (VA), dan Virginia Barat (WV). Mirip seperti kota Jakarta, dimana banyak pekerjanya tinggal di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Nah, "Jabodetabek"-nya di sini disebut sebagai "Washington Metropolitan Area". Selanjutnya saya sebut sebagai "Metro Area" saja. Total populasi Metro Area mencapai hampir lebih dari 6 juta orang. Jakarta (tanpa Bodetabek) tetap lebih banyak penduduknya ya.

Tempat tinggal saya juga tidak termasuk wilayah DC, tetapi masuk negara bagian Virginia. Dengan jarak satu stasiun kereta saja, saya sudah masuk wilayah DC. Jadi bisa dibilang bahwa saya tinggal di "DC coret". Hahaha.

Gedung Putih, tampak depan

Karena DC adalah kota pusat pemerintahan AS, tentu saja parlemen, kantor presiden, beserta kantor seluruh jajaran pemerintahan pusat berada di sini. Pemerintah pusat disebut juga dengan pemerintah federal. Anggota parlemen bekerja di Gedung Capitol. Sedangkan kantor dan tempat tinggal presiden adalah Gedung Putih (White House) yang tersohor di dunia itu. Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga federal mencapai sekitar 800 ribu orang. Mungkin karena demikian, citra kota DC adalah kota yang serius, kota yang penuh dengan politisi dan ahli debat, bukan kota yang asik untuk kaum muda dan turis.

Hmm, bisa iya, bisa tidak. Ketika masa liburan musim panas, banyak mahasiswa dan lulusan baru dari berbagai penjuru negeri magang di kantor-kantor pemerintahan untuk mencari pengalaman kerja. Media juga belakangan ini memberitakan bahwa populasi anak muda di Metro Area meningkat. Lokasi pusat hiburan malam memang sedikit. Di hari kerja, toko-toko yang bukan di kawasan pusat perbelanjaan biasanya tutup mengikuti jam tutup kantor pukul 5-6 sore. Di akhir minggu, banyak yang tutup total atau buka di hari Sabtu dan tutup pukul 6 sore di hari Minggu. Bagi saya yang dibesarkan di kota metropolitan, hidup di Metro Area agak membosankan. Kangen Jakarta! Makanya saya senang sekali jika ada teman/kerabat yang berkunjung. Dengan semangat pasti saya antar keliling kota. Yuk, mari kemari!

Untuk urusan pariwisata, justru banyak sekali daya tarik kota ini. Selain Gedung Putih dan Capitol tentunya, adalah bermacam museum dan taman peringatan (memorial) megah di tengah kota. Jujur saja selama dua tahun ini, saya belum mengunjungi semua museum yang ada. Padahal kalau itu adalah museum di bawah manajemen Smithsonian, maka gratis alias disubsidi pemerintah federal. Biasa deh, karena merasa akan lama tinggal di sini malah jadi malas mengunjunginya. Tapi tahun ini saya niat akan mengunjungi semuanya. Harus. Gratisan kok disia-siakan. Hahaha.

National Museum of the American Indian

Menurut saya, ada 2 saat yang paling tepat mengunjungi DC. Yang pertama adalah ketika pohon bunga sakura di sekeliling kota bermekaran. Cherry Blossom. Indaaaaah sekali. Pusat deretan pohon bunga sakura berada mengitari Tidal Basin, kolam buatan di sebelah Sungai Potomac dan beberapa tugu peringatan (memorial) bersejarah. Tahun 2014 ini, puncak mekar bunga sakura diperkirakan terjadi di minggu kedua bulan April. Lebih telat dibandingkan tahun-tahun lalu yang jatuh di bulan Maret. Mekarnya bunga sakura biasanya hanya 3 minggu, begitu pula dengan perayaan khusus Festival Nasional Cherry Blossom.

Indahnya Bunga Sakura

Puncak 'atraksi' yang lain adalah perayaan kemerdekaan AS. Setiap tanggal 4 Juli, berbagai kota di AS memang merayakannya dengan pertunjukan kembang api. Tetapi karena DC adalah ibukota negara, tentunya salah satu yang paling meriah dong pertunjukan kembang apinya. Belum lagi ditambah parade dan berbagai acara khusus lainnya. Memang di kota New York juga meriah sih. Tapi menonton kembang api perayaan kemerdekaan dikelilingi museum dan monumen bersejarah rasanya lebih cocok. Hahaha, nggak mau kalah.

Kembang Api, Perayaan 4 Juli

Bagi yang suka belanja, jangan bayangkan mal-mal megah seperti di Jakarta, ya. Kalah jauh deh. Mal yang 'megah' paling sekelas ITC. Itu pun yang mudah (dan aman) dikunjungi rasanya hanya di 3 tempat. Lainnya adalah department store besar atau deretan toko 1-2 lantai. Menjauhi pusat kota ke daerah pemukiman, yang disebut 'pusat belanja' adalah kompleks toko-toko 1-2 lantai yang mengelilingi lapangan parkir terbuka yang luas. Atau kalau mau yang lebih jauh lagi ke 'dalam' Virginia, penggila belanja biasanya mengunjungi daerah Woodbridge (45 menit naik mobil) dan Leesburg (55 menit naik mobil). Di Woodbridge ada Mal Potomac Mills yang menurut ukuran Jakarta bisa disebut 'mal beneran' karena bangunannya luas sekali dengan sekitar 200 toko di dalamnya, ditambah gerai besar Ikea di sebelah bangunan utama mal. Sedangkan di Leesburg ada pusat gerai barang-barang bermerk asli yang selalu dijual dengan harga diskon. Jangan tanya lebih jauh, ya, kalau soal belanja. Saya tidak suka belanja, tapi kalau mau ditemani, boleh-boleh saja karena saya suka jalan-jalannya.

Sekian dulu tulisan saya memperingati 2 tahun masa tinggal saya di wilayah ini. Bersambung...


Sumber: foto-foto pribadi, pengalaman pribadi, dan Wikipedia.

Labels: ,