Menjelang Lebaran H-2, saya mudik sekeluarga. Baru sekali ini kami mudik kena antrian panjang sekali di pelabuhan Merak! Mosok antri naik kapal ferry hingga 4 jam lebih? Kirain puncaknya sudah H-3 kemaren. Ternyata, oh, ternyata...
Kami berangkat dari rumah pukul 10.00 dan tiba di pelabuhan Merak pukul 12.00. Sempat hujan deras sebentar sewaktu melewati jalan tol. Saat tiba di pelabuhan, kok terlihat lautan mobil. Waduh, kacau nih. Di dermaga 1, antrinya ampun-ampunan. Kami baru dapat naik ferry pukul 16.30!
Saudara saya ada yang akan ke Palembang dan berangkat terpisah. Pukul 13.00 dia baru berangkat ke pelabuhan Merak (saat kami antri naik ferry). Dia tiba di pelabuhan Merak sekitar pukul 15.00. Entah mungkin karena busnya belok ke dermaga 4 (dermaga yang paling jauh dari pintu masuk pelabuhan), dan... dia cukup menunggu sekitar 1 jam saja untuk dapat naik ferry!
Jadilah ferry kita berangkat bersamaan. Malah ferry dia lebih dahulu berangkat beberapa menit. Wah, kok bisa ya? Kenapa petugas pelabuhan tidak mengatur distribusi kendaraan yang masuk? Kalau dermaga yang satu sudah terlalu penuh, kenapa mobil-mobil tidak diarahkan ke dermaga berikutnya yang antriannya belum parah. Ya toh?
Saya dapat informasi dari petugas di atas kapal bahwa memang di dermaga 1-2-3 akan merapat kapal-kapal yang lebih bagus dan besar. Maka dari itu pengendara (mobil pribadi maupun umum) lebih suka ke dermaga-dermaga ini. Ah, tidak juga deh. Kalau dari awal sudah diarahkan petugas ke suatu dermaga, pasti pengendara nurut saja lho.
Demikianlah jadinya kami melewati buka puasa di tengah laut. Saya sangat menunggu matahari terbenam untuk berfoto, tetapi ternyata mendung dan hujan rintik-rintik. Yaaah, penonton kuciwa. Tidak ada foto sunset kali ini :(
Kami tiba di pelabuhan Bakauheni menjelang pukul 19.00 lalu melanjutkan perjalanan ke Tanjung Karang dan tiba di rumah nenek saya sekitar pukul 22.00. Cuaca tetap hujan gerimis. Lelahnya 12 jam lebih perjalanan mudik kali ini.Labels: Travels