Pernah cabut gigi geraham bungsu? Itu tuh, gigi geraham paling belakang yang suka ngumpet, baru keliatan kalau di-rontgen.
Saya baru mengalami awal Maret 2010 ini. Judulnya: operasi
gigi geraham bungsu. Sudah lama ada yang tidak beres dengan rahang kiri bawah,
tapi saya cuek. Dasar bandelnya saya.
Setelah rontgen gigi, terlihatlah
bahwa gigi geraham bungsu lengkap tumbuh. Dua di rahang atas, dua di rahang
bawah.
Kata pak dokter bedah mulut, gigi bungsu saya harus dicabut
empat-empatnya! Apalagi umur sudah segini
(eh, masih muda lho ;p). Waduh, deg-degan... Saya memutuskan untuk cabut
satu dulu, gigi bungsu bawah kiri. Yang dua di rahang atas saya rasa tidak
bermasalah, jadi untuk apa dicabut.
Hari-H yang ditunggu datang. Sesuai kata pak dokter, memang
cuma makan waktu 10-15 menit. Saya dibius lokal, jadi tidak terasa waktu
operasinya dilakukan. Setelah itu, saya diminta menggigit kasa steril diatas luka
operasi. Lalu saya diberi selebaran berisi Do's
and Dont's setelah cabut gigi ini. Diantaranya:
- 6 jam pertama tidak boleh minum terlalu panas atau dingin.
- 24 jam pertama tidak boleh berkumur.
Enam jam pertama memang bener-bener tersiksa! Adududududu, itu yang nyut-nyutan, tidak bisa mingkem, terasa perih di luka operasi, tidak
bisa tidur, badan demam... 1001 macam deh!
Di selebaran yang diberikan dokter, 5 hari pertama demam itu normal. Huaduh. Terus pipi bengkak juga normal
pada 3 hari pertama. Hiks.
Sikat gigi setelah operasi, uh, hati-hati banget. Rasanya tidak bersih. Ngeri kalau kena luka operasi. Lalu pipi
kiri saya juga kayak kelinci, bengkak. Nasib, nasib. Belum lagi perut keruyukan
lapar, tapi takut makan.
Dua belas jam setelah operasi, saya sudah masuk kantor lagi
karena sudah janji akan masuk kerja setengah hari. Badan demam, pipi bengkak,
saya kerja pelan-pelan saja. Malamnya saya makan bubur polos. Aaah, akhirnya perut diisi juga. Makan
bubur itu saja penuh perjuangan, benar-benar musti diseruput karena mangap sedikit untuk masukin sendok ke mulut
pun perih.
Selama tujuh hari berikutnya, saya makan bubur melulu. Tapi
mulai hari ke-4, pakai 'lauk' sedikit seperti bubur ayam dan memberanikan makan
tahu yang lembut. Memaksa buka mulut untuk memasukkan sendok masih sakit, jadi
saya tidak berani makan makanan yang keras.
Hari ke-7, datang lagi ke dokter untuk angkat jahitan. Eh, dokter
dengan mudahnya kres kres potong
benang, sudah selesai. Tidak sampai 5 menit. Terus saya curhat ke dokternya kalau sejak selesai operasi, saya makan bubur
melulu. Si pak dokter dengan entengnya menjawab, “Jangan begitu, makan seperti
normal aja.” Hhhhhh...
Saya pikir-pikir lagi deh
untuk operasi cabut gigi bungsu selanjutnya. Dari hasil rontgen, memang yang kanan bawah harus diambil juga. Tapi nanti
dulu lah.
Tips kalau mau operasi gigi geraham bungsu:
- Cari restoran/kios penyedia bubur di beberapa tempat,
jangan di satu lokasi saja. Walau bosen makan bubur melulu, tapi lumayan bisa
ganti-ganti suasana.
- Sedia minuman sehat: jus atau susu. Lumayan untuk isi
perut kalau lagi tidak bisa makan.
- Sedia obat kumur. Hari ke-2 setelah operasi sudah boleh
berkumur setelah sikat gigi.
- Jangan kerja di 24 jam pertama. Jadi atur jadwal
operasinya, jangan ditengah-tengah minggu. Lumayan bisa istirahat karena pasti
masih demam selama 1-3 hari pertama. Kalau kebetulan Anda pekerja bidang komunikasi
yang bertugas cuap-cuap, waaah,
mending alih profesi dulu deh, karena
akan tidak bisa sering buka mulut untuk bicara. Dijamin sakit lukanya.
Labels: Reviews