Di awal Agustus lalu, kantor saya mengadakan acara team building untuk support level staff. Acaranya
diselenggarakan di Kota Parahyangan, Bandung, selama 1,5 hari.
Kami berangkat dari kantor di bilangan Jalan Sudirman, Jakarta
Selatan pukul 7.00. Perjalanan ke Hotel Mason Pine memakan waktu sekitar 2 jam.
Setelah acara pembukaan dan perkenalan, kami makan siang dan dilanjutkan dengan
acara di dalam ruangan (indoor) sampai
menjelang Maghrib. Kami dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang sudah ditentukan
oleh fasilitator.
Agenda pertama adalah pengandaian diri. Saya mengandaikan diri
saya sebagai buku. Buku yang memberi ilmu pengetahuan bagi semua orang. Saya memang
suka membaca buku.
Pada agenda lainnya, kami diminta untuk mendefinisikan tipe dari
rekan-rekan yang duduk satu meja dengan kita di dalam ruangan tersebut. Ada 4
tipe orang: metropolis, thinker, power, mountain. Seperti dugaan saya, mayoritas
rekan saya bilang bahwa saya termasuk tipe thinker.
Karena memang pembawaan saya serius dan jarang suka bercanda. Jeleknya seorang
bertipe thinker, kalau
berlebihan akan menjadi perfeksionis. Emang
gue banget. Hahaha.
Malam harinya, kami makan malam di restoran Neo Callista di
Bandung. Jaraknya lumayan jauh dari hotel, hampir 1 jam perjalanan. Makanan di
Neo Callista ternyata lebih enak daripada makanan di hotel. Setelah makan, kami
sempat mengadakan kejutan farewell untuk salah satu rekan kami yang akan
mengundurkan diri dalam waktu dekat.
Selesai makan malam, kami tiba kembali ke hotel sekitar pukul 22.00.
Satu kamar dialokasikan untuk dua orang. Saya kebetulan memiliki beberapa
kesamaan dengan teman sekamar saya, yaitu suka nonton TV sampai malam dan
ganti-ganti saluran TV terus, dan kalau mandi juga lama. Hahaha. Saya langsung
mengatur alarm jam agar dapat bangun lebih pagi dari teman sekamar saya, supaya
kami tidak akan berebut kamar mandi keesokan paginya!
Hari kedua, ada acara permainan di luar ruangan (outdoor) setelah makan pagi. Ini yang saya tunggu
karena menurut saya lebih seru acara outdoor daripada acara indoor. Pada permainan pertama,
kami berdiri membentuk formasi lingkaran, sampai lingkaran itu merapat dan
merapat, dan kami tidak boleh terjatuh saat harus "setengah terduduk"
di pangkuan teman yang berada di sebelah kita.
Permainan berikutnya, saya menjadi sandera di suatu tempat. Entah
kenapa saya yang dipilih. Teman sekelompok harus mencari saya dan
"mengobati" saya. Mereka menjadi semacam anggota Palang Merah, harus
tepat dan teliti "mengobati" saya sesuai instruksi. Memang dasar kelompok
saya kurang kompak, jadi ada yang tidak teliti "mengobati" kaki saya,
sehingga harus di"amputasi" karena kesalahan "pengobatan”.
Hahaha.
Setelah itu, pada permainan selanjutnya kami harus bisa
berkomunikasi dengan anggota kelompok masing-masing tanpa mengeluarkan
kata-kata. Saya teringat pernah melakukan permainan seperti ini sewaktu acara
pengenalan anak baru di kampus saya dulu, 10 tahun lalu.
Lalu ada lagi permainan "mengurai benang kusut". Tangan
kanan satu individu harus bergandengan dengan tangan kiri individu yang lain,
tetapi tidak boleh berurutan dengan orang yang berdiri di sebelah Anda. Karena
diacak, maka tangan-tangan kita membelit. Kalau memang kompak dan
"kekusutan" yang dibuat adalah benar tangan kanan memegang tangan
kiri teman, maka pasti akan bisa diurai menjadi lingkaran. Sayangnya, kelompok
saya tidak berhasil.
Berikutnya, kami dipasangkan berdua. Saya kebagian ditutup matanya
dan pasangan saya harus menuntun saya berjalan sampai ke restoran hotel. Takut juga
ketika melewati tangga, tapi untungnya saya tidak jatuh atau terpeleset, berkat
kerjasama, instruksi yang jelas, dan kepercayaan kepada rekan kerja.
Permainan outdoor terakhir adalah menyeberangi tangga
dalam air. Intinya: basah. Lumayan juga kami terendam sampai pinggang. Saya
takut sekali tercebur total karena saya
tidak bisa berenang! Tapi untung saya bisa menjaga keseimbangan, walau beberapa
kali akan terpeleset. Sayang permainan ini adalah permainan individu karena menyeberang
tangga dalam air ini tidak mungkin lebih dari 3 orang pada saat yang sama
karena tali tangganya nanti tidak kuat.
Setelah basah-basahan, kami ganti baju dan beres-beres untuk check out. Selagi kamar kami
dikosongkan, ada permainan indoor terakhir lalu ditutup dengan memberi
saran-saran kepada manajemen kantor kami.
Labels: Reviews