Crash: Film Terbaik Oscar 2006

Happy birthday to me! Another year, another birthday! Saya kurang enak badan hari ini, jadi tidak ada aktivitas khusus untuk merayakan ulang tahun saya. Kita bahas soal film peraih penghargaan Oscar saja, yuk. Saya suka sekali film berikut. Anda sudah menontonnya?

Film “Crash” memenangkan penghargaan puncak pada perayaan Oscar pada tahun 2006. Menurut saya, film ini bagus sekali mengilustrasikan permasalahan antarras yang ada di Amerika Serikat. Alur cerita yang sambung menyambung menggambarkan bahwa manusia di dunia ini berkaitan satu sama lain. Apa yang satu orang lakukan dapat berdampak ke orang lainnya dan setiap individu di dunia ini memiliki cerita hidupnya masing-masing.

Seorang istri pejabat Jaksa Wilayah berkulit putih bernama Jane (diperankan oleh Sandra Bullock) sangat curiga terhadap ras lain tetapi tidak mungkin menunjukkan sifat rasisnya kepada publik karena akan merugikan posisi suaminya. Sepulang makan malam, ketika Jane berjalan menuju mobil bersama suaminya, Rick (Brendan Fraser), mereka ditodong dan mobil mereka dicuri oleh 2 orang kulit hitam, Anthony (diperankan oleh penyanyi Ludacris) dan Peter. Adegan selanjutnya di rumah mereka yang megah, seorang tukang kunci keturunan Hispanik bernama Daniel sedang membetulkan kunci pintu rumah. Mengetahui tukang kunci ini adalah keturunan Hispanik, Jane mengomel ke suaminya dengan berprasangka bahwa tukang kunci ini akan memberikan duplikat kunci kepada teman-teman ‘gang’-nya.

Pada adegan lain, seorang polisi kulit putih bernama John (Matt Dillon) sedang berpatroli bersama polisi kulit putih lainnya bernama Tom (Ryan Phillipe). John mencurigai pasangan kulit hitam yang sedang mengendarai mobil yang kebetulan berjenis sama dengan mobil Jaksa Wilayah yang dicuri. Pasangan kulit hitam ini adalah seorang sutradara bernama Cameron (Terence Howard) dan istrinya Christine (Thandie Newton) yang baru saja pulang dari pesta. John menggeledah pasangan ini sambil melecehkan meraba-raba Christine dengan alasan untuk mencari barang terlarang, padahal gaun pesta Christine sangat minimalis dan tidak mungkin dia menyembunyikan sesuatu dibalik bajunya yang seksi. Tom yang melihat perlakuan rekannya tersebut sangat tidak setuju dan keesokan harinya menghadap kepada atasannya agar dipasangkan dengan polisi lain dalam berpatroli.

Anthony dan Peter berselisih pendapat di dalam mobil curian yang mereka kendarai, mengakibatkan mereka menabrak seorang lelaki keturunan Korea yang sedang berdiri di dekat mobil van putihnya. Mereka memutuskan untuk membawa korban tabrakan tersebut ke rumah sakit dengan menaruh korban di depan rumah sakit dan segera kabur setelahnya.

Kembali ke Jane, ia melihat peralatan makan yang sudah dicuci tidak ditata di rak piring dan memarahi asisten rumah tangganya yang keturunan Hispanik bernama Maria. Adegan berganti pada John yang kembali berpatroli dan melihat kecelakaan mobil. Ada seseorang terperangkap di mobil yang setengah terbakar. Ketika John ingin membantu korban untuk segera keluar dari mobil, ternyata orang tersebut adalah Christine. Mengingat perlakuan John sebelumnya kepadanya, Christine histeris, John pun kaget tetapi dengan sigap membantu Christine keluar dari mobil.

Tidak sengaja Jane terpeleset dan jatuh dari tangga di rumahnya, sehingga menyebabkan kakinya terkilir. Maria membantunya memanggilkan dokter. Jane tidak bisa berjalan untuk sementara dan harus istirahat di tempat tidur. Ketika Jane menelepon teman-teman elitnya untuk meminta mereka menjenguk, ternyata tidak satu pun yang peduli. Hanya Maria yang setia menemani dan merawat majikannya. Jane luluh dan menangis, mengatakan bahwa Maria-lah teman sejatinya dan meminta maaf atas perlakuannya selama ini.

Anthony kembali ke lokasi tempat ia menabrak lelaki keturunan Korea. Dia menemukan bahwa kunci mobil ditinggal di dalam mobil van putih. Disetirnyalah mobil van tersebut ke penadah mobil curian. Sesampainya di tempat penadah, ketika pintu belakang van dibuka, ternyata ada sejumlah imigran dari Kamboja di dalamnya, yang berarti bahwa lelaki Korea yang ia tabrak terlibat pada sindikat perdagangan manusia. Anthony marah dan menyetir mobil van tersebut ke Chinatown yang mana lalu ia bebaskan para imigran Kamboja tersebut.


Demikian bagian dari beberapa cerita terpisah di film ini yang dirangkai apik oleh sutradara Paul Haggis. Tidak dapat dipungkiri bahwa latar belakang etnis dan warna kulit seseorang seringkali menelurkan prasangka tertentu yang belum tentu benar. Kalau pun benar, ada cerita lain di belakang itu yang tidak kita ketahui.

Labels: