Hari Kamis, 26 Juni 2008, kantor saya mengundang seorang motivator yang lumayan terkenal. Beliau membawakan acara motivasi di televisi. Topik pembicaraannya kali ini adalah: “What Class Are You In?”.
Acara tersebut cukup menyejukkan dan memberi tambahan motivasi kepada saya yang saya akui seringkali kehilangan motivasi dalam beraktifitas dan menjalani hidup. We all have our bad days, right?
Selama 2 jam, beliau memberikan saran dan pesan positif, diselingi dengan humor segar. Saya perhatikan, ia jarang sekali mengucapkan kata "sakti"nya seperti yang ia selalu ucapkan di televisi. Dia sendiri membenarkan bahwa tampilan dan gayanya di televisi berbeda dengan di acara off-air, karena segmentasi di masing-masing acara juga berbeda.
Berikut beberapa nasihat bijak dari beliau:
1. All the pain in life that you’re going through right now, is only temporary. Believe that you will get better things in the future. Believe that all of your dreams will come true.
2. Memiliki mimpi-mimpi lebih baik daripada tidak memiliki mimpi dan terus menerus merasa nyaman di lingkungan dimana Anda berada sekarang.
3. Mereka yang merasa nyaman adalah mereka yang berada di lingkungan yang sebenarnya tidak nyaman tapi mereka diam saja dan tidak berbuat apa-apa.
4. You are valuable wherever you are.
5. Untuk mencapai tempat yang lebih baik maka bantulah orang yang berpangkat lebih tinggi untuk berhasil; jadilah faktor sukses orang lain, maka Anda akan terus dicari. Jadilah orang yang akan selalu dicari orang lain.
6. Dua tujuan hidup yang paling utama adalah kesejahteraan dan kebahagiaan.
7. Jangan ubah kepribadian Anda, tapi tunjanglah pribadi Anda yang serba kurang itu dengan: penampilan yang lebih baik dan pemikiran bahwa Anda harus menyenangkan orang lain.
8. Buatlah seseorang senang dengan Anda karena Anda membuat orang tersebut senang pada dirinya sendiri.
Beberapa minggu kemudian, saya membeli buku motivasi karangan beliau. Saya pikir, akan cukup membantu jika saya punya pegangan buku yang suatu saat dapat memotivasi saya kembali jika saya sedang sedih, marah, atau pun bersikap negatif lainnya. Semua nasihat-nasihat yang ia berikan melalui acara televisi dan juga situs webnya, termasuk yang saya dengarkan langsung pada acara kantor itu, ada di dalam buku tersebut.
Saya memang orang yang tidak mudah untuk menelan mentah-mentah nasihat orang lain. Seberapa baiknya pun nasihat seseorang, kalau kita tidak membuka diri untuk menjadi lebih baik, maka tidak akan berakibat banyak pada perbaikan diri kita. Yang pasti, saya akan terus berusaha berpikir positif dan tenang dalam menghadapi berbagai masalah. Saya percaya hal yang demikian dapat menguatkan saya untuk mencapai hasil yang baik. Tidak mudah, tapi saya harus terus mencoba.Labels: Reviews