Akhir April lalu, salah satu eyang putri kami meninggal dunia. Saya tidak ingin menyebut nama jelas di sini, sebut saja beliau sebagai Eyang S. Beliau adalah adik ipar dari almarhumah eyang putri saya, yang berarti adalah tante dari bapak saya. Anak-anak beliau adalah sepupu bapak saya. Cucu-cucu Eyang S adalah keponakan bapak saya, yang berarti adalah second cousins saya (apa padanan 'second cousin' dalam bahasa Indonesia ya? 'Sepupu kedua' saya rasa tidak terlalu cocok).
Keluarga besar Eyang S tinggal di Jakarta Selatan juga, sama dengan keluarga besar kami. Anak-anak Eyang S besar bersama anak-anak eyang saya. Sehingga bisa dibilang mereka adalah keluarga besar dalam paguyuban yang paling dekat dengan keluarga besar kami.
Tanggal 8 Juni 2008, kami memperingati 40 hari meninggalnya Eyang S. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT. Amin.
Tanggal 28 Mei 2008, kami memperingati Mendak 1 meninggalnya eyang kakung tercinta. Bude saya bilang bahwa yang diperingati dalam adat istiadat kami bukanlah 1 tahunan (365 hari). Satu tahun meninggalnya eyang adalah tanggal 11 Juni 2008.
Layaknya tradisi dalam peringatan meninggalnya orang-orang terkasih, kami mengadakan pengajian untuk mendoakan arwah almarhum/almarhumah. Komunitas di sekitar rumah keluarga besar kami diundang untuk memanjatkan doa-doa. Kami sebagai tuan rumah mempersiapkan bingkisan berisi buku cetakan Surat Yasin dan beberapa suvenir lain, dan tentunya juga menghidangkan makanan kecil.Labels: Thoughts