Tentang Kopi

Akhir minggu kemaren saya sempatkan pulang ke rumah orang tua. Sejak lulus SMA, saya tinggal di kos karena lokasi kampus yang jauh, dilanjutkan setelah lulus kuliah, karena lokasi kantor yang juga jauh dari rumah orang tua. Setidaknya sudah tiga kali saya pindah kos.

Saya bereskan arsip-arsip lama di kamar saya. Banyak berkas masa sekolah saya dulu masih tersimpan baik. Kumpulan hasil tugas sekolah SMA dulu masih ada, termasuk yang berikut ini. Waktu itu untuk tugas mata pelajaran Biologi, kami diminta untuk mencari artikel yang berhubungan dengan kesehatan.

Saya sadur di bawah ini artikel yang diambil dari Majalah Amanah No. 19 Tahun IX. Artikel ini membahas tentang kopi. Saya pribadi tidak suka minum kopi, tidak tahan dengan pahitnya.

==================
Pengaruh kopi yang dirasakan setelah diminum disebabkan oleh kafein. Kafein termasuk golongan senyawa Xantin, tepatnya metilxantin. Kandungan terbesar terdapat pada tanaman Coffea Arabica. Kafein juga terdapat pada daun teh dan biji coklat, walaupun hanya sedikit.

Secangkir kopi mengandung 100-150 mg kafein. Secangkir teh atau satu botol minuman bersoda mengandung 30-50 mg kafein. Berbagai minuman penambah energi juga mengandung kafein 50-80 mg per botol. Beberapa obat-obatan seperi obat penurun panas, obat flu, dan obat penghilang rasa sakit juga mengandung kafein.

Berikut ini adalah beberapa manfaat kafein bagi tubuh.

  1. Dapat meningkatkan stamina. Hal ini karena kafein dapat mengubah lemak dan cadangan lemak yang terdapat dalam tubuh menjadi senyawa energi yang diperlukan untuk aktivitas sehari-hari.
  2. Sebagai stimulan atau perangsang. Ini karena kafein dapat menghambat aktivitas adenosin (penenang alamiah dalam tubuh), sehingga dapat meningkatkan kesadaran. Itu pula yang menyebabkan kopi dapat menghilangkan rasa lelah atau mengantuk. Namun perlu diingat, bahwa walaupun berfungsi sebagai stimulan, kafein memiliki sifat yang apabila dikonsumsi terus menerus, maka pada suatu waktu ia tidak dapat lagi membuat efek stimulan pada orang yang mengkonsumsinya (tidak memberikan reaksi apa-apa).
  3. Karena kafein dapat berperan sebagai vasidilator (obat yang dapat memperlebar pembuluh darah), maka disinyalir kopi dapat menghilangkan sakit kepala dan baik bila diminum penderita darah rendah. Sebaliknya akan berbahaya bagi penderita darah tinggi jika terlalu banyak minum kopi.
  4. Walaupun lemah, tetapi kafein dapat digunakan sebagai diuretik (memperbanyak produksi urine/air seni).

Para peminum kopi kelas berat, hingga sebesar 800-1200 mg, dapat dikategorikan sangat berlebihan dan akan mengganggu metabolisme beberapa zat makanan, vitamin, dan mineral di dalam tubuh.

Ada juga kerugian lain jika kita mengkonsumsi kopi. Beberapa pendapat mensinyalir bahwa kafein memegang peranan dalam penyakit berbahaya seperti kanker, penyakit jantung, kehamilan, dan nyeri lambung. Belum ditemukan bukti dari hubungan antara kafein dan penyakit jantung. Tetapi yang jelas, kebiasaan buruk para peminum kopi berat (begadang/kurang tidur, sedikit makan, dan perokok) itu lah yang dapat memperbesar resiko penyakit jantung.

Kopi jangan diberikan kepada ibu hamil, karena dapat menyebabkan resiko keguguran yang cukup tinggi. Atau pun kalau tidak terjadi keguguran, maka bayi yang lahir akan menjadi kurang gizi.

Labels: