Lebaran sebentar lagi! Tetapi sedih jika teringat Lebaran kali ini adalah yang pertama kali tanpa eyang kami tercinta. Saya kangen eyang. Keluarga kami nanti akan shalat Ied di Jakarta, diikuti dengan berziarah ke makam eyang. Setelah itu, layaknya tahun lalu, kami akan mudik ke rumah keluarga besar pihak ibu di Lampung.
Bagaimana kami biasanya merayakan Lebaran? Selesai shalat Ied, kami akan bermaaf-maafan. Tidak ada budaya sungkem di keluarga besar kami, tetapi tentu yang lebih muda akan meminta maaf dan mencium tangan yang dituakan. Setelah bermaafan, kami makan pagi dengan hidangan khas Lebaran. Rendang dan opor ayam adalah menu yang selalu disajikan setiap tahunnya. Lezat! Kue-kue khas Lebaran semacam kue Nastar, Kastengel, dan Putri Salju juga pasti ada. Tetapi biasanya disimpan oleh tante saya untuk tamu-tamu yang akan berkunjung.
Eyang kakung saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahandanya eyang kakung juga anak pertama. Sebagaimana budaya Jawa pada umumnya, anak pertama selalu dituakan. Sehingga di hari Lebaran, biasanya keluarga besar eyang kakung menerima banyak kunjungan dari keluarga adik eyang, keluarga adik eyang putri, dan seterusnya. Maka itulah kami harus hemat kue-kue Lebaran! Hahaha.
Walau biasanya kami yang menerima banyak kunjungan, kami juga berkunjung ke kerabat keluarga besar kami yang diketahui sudah uzur dan tidak dapat bepergian. Eyang kakung merupakan bagian dari trah atau paguyuban Kromowijayan. Anggota paguyuban ini sangatlah banyak dan mengadakan pertemuan berkala, kalau tidak salah setiap 3 bulan. Saya tidak bisa mengingat semua om, tante, dan sepupu jauh saya. Dahulu eyang menyusun pohon keluarga. Walaupun terhenti sejak saya kira-kira usia SMP, hingga kini arsipnya masih ada.
Selamat Idul Fitri semuanya. Mohon maaf lahir batin.Labels: Thoughts