Masih tentang Eyangku // Still about my Grandpa

Pada hari Minggu, 17 Juni, kami sekeluarga besar berziarah ke makam eyang kakung. Bunga di pusara makamnya sudah mengering. Ketika berdoa, wajahnya masih terus terbayang dalam ingatan saya. Kangen. Rasanya aneh bahwa eyang sudah tiada.

Last Sunday, 17 June, we visit grandfather’s graveyard. Flowers on his grave have wilted. When I was praying, I keep imagining his face on my mind. I miss him. It feels weird that he is not with us anymore.

Eyang kakung meninggal tanggal 11 Juni. Saya baru menyadari bahwa tanggal lahir eyang putri saya adalah 10 Juni. Mungkin beliau ingin merayakan ulang tahun eyang putri bersama :-)  Eyang kakung pulang dari rumah sakit tanggal 7 Juni. Eyang putri meninggal tanggal 7 Juni, 25 tahun lalu.

My grandfather died on 11 June. I just realized that my grandmother’s birthday was on 10 June. Maybe he would like to celebrate her birthday together :-)  Grandfather went home from hospital on 7 June. My grandmother was deceased on 7 June, 25 years ago.

Sebelum peringatan 40 hari-an, rencananya makam eyang putri dan anak bungsu eyang (adik bapak saya yang meninggal saat masih bayi) akan dipindahkan ke sebelah makam eyang kakung.

Before the 40th day commemoration, we plan to relocate the graves of my grandmother and their youngest child (my father’s sister who had died when she was a baby) to be next to my grandfather’s.

Kami semua sangat sayang eyang. We all love you very much. :-*


*Baca obituari eyang yang saya tulis disini. Read the obituary of my grandfather that I wrote here.

Labels: