Selamat Jalan Eyang // Good Bye, Grandpa

11 Juni 2007*
(English summary below)

Eyang kakung (kakek) dari pihak bapak saya meninggal dunia pagi ini dalam usia menjelang 89 tahun. Sedih sekali hati ini. Sejak beberapa bulan lalu, kesehatan eyang memburuk dan dirawat di RS Pertamina. Belum lama ini eyang pulang untuk dirawat di rumah. Ketika dirawat di rumah sakit, kami anak dan cucunya bergantian menginap untuk menemani eyang. Karena kesibukan di kantor, saya mungkin termasuk yang paling jarang menemani eyang dibanding cucu-cucu eyang yang lain. Maafkan Ummi, Eyang.

Eyang adalah seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tidak perlu saya sebutkan dari instansi apa. Bude pernah bercerita bahwa eyang tidak pernah mengincar jabatan dan eyang pernah dikhianati oleh sahabatnya sendiri dalam mendapatkan suatu jabatan. Eyang merupakan keturunan seorang wedana di mana hal ini memberikan gelar Raden di depan namanya, tetapi setahu saya sejak saya kecil, eyang tidak pernah menggunakan gelar tersebut. Anak-anak beliau (termasuk bapak saya) juga tidak diberikan gelar kebangsawanan.

Eyang selalu mengajarkan hidup hemat dan sederhana. Teringat sewaktu saya kecil, eyang menasihati keluarganya untuk hemat menggunakan air. Eyang tidak punya mobil pribadi. Hingga masa tuanya di mana eyang masih kuat berjalan dan beraktivitas dengan sesama pensiunan lain, eyang naik bajaj kemana-mana. Eyang suka berderma. Beliau pernah membiayai kuliah seseorang di suatu desa di Jawa dan saat anak ini lulus sarjana, anak ini berterima kasih dan mengirimkan foto wisudanya. Saya ingat betul melihat kiriman foto ini. Zaman itu banyak orang masih jujur, jarang yang berbohong dalam meminta sumbangan.

Eyang juga hidup sehat. Beliau tidak merokok. Ketika saya TK/SD, saya ingat beliau rajin mengikuti senam Wai Tan Kung di taman dekat rumahnya bersama kakek nenek lain. Makannya selalu teratur dan ketika makan selalu dikunyah sampai hancur sebelum makanan ditelan, sebagaimana seharusnya cara makan yang benar. Saya lupa harus mengunyah berapa kali. Saya akui saya sangat buruk dalam hal mengunyah ini.

Memori masa kecil yang tidak akan saya lupakan bersama eyang adalah beliau membelikan boneka Snoopy untuk hadiah ulang tahun saya saat saya masih TK/awal SD. Saya ingat kami naik bajaj ke tempat jual boneka tersebut, yang saya lupa adalah lokasi tokonya. Boneka Snoopy ini masih tersimpan di kamar saya di rumah orang tua saya. Tentu tidak akan saya buang sampai kapan pun. 


Eyang suka membaca koran dan menonton berita. Dari beliaulah saya mendapatkan kebiasaan ini. Di dalam koran akhir minggu terdapat teka-teki silang. Eyang rajin sekali mengisi teka-teki silang, mengetik dan mengirimkan jawabannya kepada surat kabar yang mengadakan sayembara tersebut. Dalam menjawab teka-teki silang, tidak lupa beliau berbekal diri dengan Kamus Bahasa Indonesia yang ia miliki. Entah berapa edisi kamus tersebut ada di lemari bukunya.

Eyang dikebumikan di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Tonjong, Parung. Beliau bersama teman-temannya di Yayasan Wredatama merupakan pengurus awal TPBU ini. Disebut “Bukan Umum”, karena lebih diperuntukkan bagi pensiunan PNS dan purnawirawan. Rencananya makam eyang putri akan dipindahkan ke sebelah makam eyang kakung. Eyang putri sudah meninggal sejak saya masih bayi.

Summary in English:
My grandfather has died today in the age of almost 89 years old. His health had been deteriorating for the past few months. He was a retired public official. He always taught us to live a simple life. I remember once, he advised his family to save water usage. He didn’t have a car. When he was still healthy and able to walk, he rode bajaj everywhere.  He lived a healthy life. He used to be an active member of a Wai Tan Kung (ancient Chinese exercise) group with other senior citizens nearby his home. He always chewed his food properly (as it should be) before swallowing it. I will not forget that he bought me a Snoopy doll for my birthday when I was in kindergarten/early elementary school age. I still have the Snoopy doll and will keep it forever. He loved reading newspaper and watching the news. One of his hobbies was to fill in crosswords of the weekend newspaper, type the answers, and send it to the newspaper. He was buried in Giri Tama Non-Public Cemetery in Tonjong. My grandmother’s grave will be relocated to be next to my grandfather’s in a near time. She has died when I was still a baby.

Selamat jalan eyangku sayang. Good bye my dearest grandpa.


*Tulisan ini telah disempurnakan setelah hari meninggalnya eyang.

Labels: