Sabtu lalu, 27 Mei 2006, menjelang pukul 06:00 WIB, terjadi gempa di Yogyakarta dan sekitarnya. Menurut berita, pusat gempa terdapat di Bantul. Kekuatan gempa sekitar 5,9 sampai 6,3 skala Richter, tetapi mengakibatkan sekitar 6000 orang tewas. Banyaknya korban kemungkinan besar disebabkan karena pusat gempa berada di darat, dengan kontur tanah yang labil.
Pada hari Selasa, 30 Mei 2006, juga di pagi hari, giliran Wamena (Papua) yang terkena gempa. Kekuatan gempa sekitar 5,4 skala Richter. Tidak ada berita tentang korban jiwa, tetapi terdapat kerusakan pada beberapa gedung bertingkat.
Masih di hari Selasa, 30 Mei 2006, siang hari, terjadi gempa pula di Padang (Sumatra Barat). Kekuatan gempa sekitar 4,5 skala Richter. Sejauh ini tidak diberitakan ada kerusakan yang berarti.
Terbayang saya baru saja mengunjungi Yogyakarta di bulan April lalu. Sayang sekali tidak sempat ke banyak tempat, termasuk ke Keraton. Salah satu bangsal di Keraton ambruk karena gempa ini. Mudah-mudahan benda-benda bersejarah di dalamnya dapat terselamatkan. Begitu juga dengan Candi Prambanan, diberitakan mengalami kerusakan dan kini ditutup untuk sementara.
Indonesia kita tercinta ini sangat rawan gempa. Tidak bisa dilupakan gempa di Aceh di akhir Desember 2004 yang berkekuatan sekitar 9 skala Richter dan disusul dengan tsunami. Sejauh yang bisa saya ingat di usia dewasa saya, rasanya saya baru 2 kali merasakan gempa dimana kebetulan keduanya terjadi ketika sedang bekerja di gedung bertingkat.
Apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa? Berikut yang saya rangkum dari berbagai sumber:
- Jika sedang berada di dalam ruangan, berlindunglah dari benda-benda yang dapat menimpa Anda. Misalnya ke bawah kolong meja atau kolong tempat tidur. Atau lindungi kepala dengan bantal atau helm.
- Matikan kompor jika sedang memasak. Cabut sambungan listrik ke alat-alat elektronik untuk menghindari terjadinya konslet atau kebakaran.
- Setelah gempa reda, ambil barang-barang keperluan darurat dan keluar rumah untuk mengungsi ke tempat terbuka. Ingat, tiang listrik dan sebagainya yang dapat rubuh, bisa menimpa Anda. Tetap lindungi kepala Anda.
- Jika sedang berada di gedung bertingkat, tunggu perintah evakuasi. Jangan menggunakan lift karena bisa saja terperangkap di dalamnya. Gunakan tangga darurat.
- Jika sedang berada di dalam mobil, tinggalkan mobil dan cari tempat terbuka. Jangan berlindung di kolong mobil, karena mobil bisa saja bergeser dan juga tertimpa tiang-tiang di jalan.
- Jika sedang berada di pantai dan melihat air surut dengan tiba-tiba, maka segeralah menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi yang berlawanan arah dengan pantai.
Saya berharap pelatihan menghadapi gempa dapat disosialisasikan terus menerus oleh pemerintah. Saya baca bahwa di Jepang yang juga sangat rawan gempa, sangatlah sering dilakukan latihan evakuasi dan bagaimana menghadapi gempa, bahkan sejak kecil di sekolah tingkat taman kanak-kanak.Labels: Thoughts