Senin, 11 April, saya dan ibu saya pulang jalan-jalan dari
Yogya ke Jakarta naik kereta Argo Lawu. Harga karcisnya lumayan mahal, Rp 220
ribu, tapi tidak ada pilihan lain karena kereta lain penuh. Ini pun sudah bagus
bisa dapat tiket. Saya baru kali ini naik kereta sekelas Argo. Saya juga belum pernah
naik kereta dari/ke Yogya. Selama ini naik kereta dari Jakarta hanya sejauh ke stasiun
Tawang, Semarang.
Kereta datang dari stasiun Solo pukul 08:45. Lalu berangkat
dari stasiun Yogya pukul 09:25 yang seharusnya berangkat pukul 8:55, telat
setengah jam. Kami duduk di gerbong penumpang ke-9. Seluruhnya ada 10 gerbong
penumpang, plus 1 gerbong restorasi di tengah. AC-nya sejuk. Tempat duduknya
nyaman dan ada pijakan untuk mengistirahatkan kaki. Tapi meja yang terpatri ke
dinding kereta ukurannya lebih kecil daripada meja pada kereta reguler kelas
eksekutif/bisnis. Luas meja hanya cukup untuk menaruh 2 gelas saja.
Perjalanan melewati daerah persawahan. Bagus sekali. Saya
ingin ambil foto pemandangan, tapi hasilnya pasti gelap karena kaca kereta Argo
dilapisi plastik pelindung. Beberapa kali rel membelok, sehingga saya bisa melihat
loko paling depan. Beberapa kali juga saya merasa badan kereta seperti miring.
Sekitar pukul 12 siang, kereta berhenti di stasiun
Purwokerto untuk menaikkan penumpang. Pukul 12:20, setelah melewati 2 jembatan
(jurangnya tinggi sekali!), kereta seperti direm habis. Dari tempat duduk saya
terlihat pintu belakang gerbong ke-8 oleng ke kanan layaknya kereta akan ambruk.
Untungnya tidak oleng sampai 45 derajat lebih. Setelah kereta berhenti,
penumpang gerbong ke-8 berlarian masuk ke gerbong saya sambil histeris dan panik.
Wah, keretanya anjlok! Dipikir-pikir, beruntung juga tidak anjlok diatas 2
jurang yang telah kami lewati. Kalau gerbong ke-8 sampai ambruk, gerbong tempat
saya duduk pasti akan tertarik oleng juga.
Kami tidak diinstruksikan untuk keluar dari gerbong, mungkin
karena kereta berhenti di tengah area persawahan. Setelah menunggu agak lama, pramugara
datang pukul 13:00, mengucapkan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dia
berkata bahwa perbaikan akan memakan waktu 3 jam. Pukul 13:15, dia membagikan jatah
makan siang yang biayanya sudah termasuk dalam harga tiket. Lumayan enak makanannya
dan juga dapat mengalihkan perhatian penumpang dari anjloknya kereta.
Kami makan dengan cepat. Pukul 13:30, penumpang gerbong
8-9-10 diminta untuk pindah ke gerbong 1-7 dengan membawa semua barang bawaan. Tidak
terasa kami berjalan pindah sampai gerbong ke-3. Karena tentunya tidak ada
tempat duduk kosong, kami duduk di lantai dekat bordes (batas antargerbong).
Ternyata kami diminta pindah demikian karena gerbong 8-9-10 akan
‘diputus’. Waktu menunjukkan pukul 14:00. AC dan listrik dimatikan. Pukul 14:30,
kereta berjalan lambat ke stasiun Legok yang jaraknya hanya sekitar 5 menit.
Cuaca hujan gerimis. Pukul 14:50, setelah beberapa penumpang protes ke pegawai
kereta, akhirnya AC dinyalakan kembali. Kereta Argo ini kan memang kereta
khusus AC, sehingga jika AC-nya dimatikan sangatlah gerah berada didalamnya. Apalagi
jendela kereta adalah jendela ‘mati’, tidak bisa dibuka sama sekali.
Pukul 15:30, kereta berangkat ke stasiun Patuguran dengan
jarak sekitar 10 menit. Tiga gerbong dari Argo Dwipangga sudah disiapkan untuk disambungkan
ke belakang, menggantikan gerbong 8-9-10 yang ‘diputus’ tadi. Setelah
tersambung, penumpang gerbong 8-9-10 diminta kembali duduk di gerbong pengganti
dengan posisi tempat duduk yang sama.
Pukul 16:15, kereta meninggalkan stasiun Patuguran dengan
kecepatan normal, walau tidak secepat sebelum kejadian. Saya masih was-was, setiap
terdengar suara rem kereta, saya langsung waspada. Setiap kereta melambat, saya
langsung memperhatikan apakah gerbong kami oleng.
Menjelang Maghrib, pramugara membagikan mie gelas instan. Ini
tidak termasuk dalam fasilitas dan merupakan kompensasi karena perjalanan
kereta sudah akan masuk waktu malam. Lumayan untuk mengganjal perut.
Akhirnya, kami sampai dengan selamat di stasiun Gambir pukul
20:45, yang berarti telat sekitar 5 jam dari jadwal resmi kedatangan pukul 15:38.
Di stasiun terlihat penumpukan penumpang kereta yang menunggu diberangkatkan
karena banyak jadwal kereta terganggu dikarenakan anjloknya Argo Lawu ini.